Apalagi yang bisa aku puisikan untukmu wahai burung kata kata
Bukan hanya masalah ketertindasan
Bahkan rasa lapar yang sebegitu melilit perutku inipun telah engkau kicaukan
Apakah aku harus bicara tentang luka?
Ah..Tidak mungkin
Kau tumbuh jantan bersama luka luka
Sedang aku hanya rakyat biasa yang mencintai bunga bunga liar
Bunga bunga yang tertancap ditanah
Seperti tertancapnya anak panah pada seekor rusa
Wahai burung kata kata
Sungguh aku ingin mengerti
Bagaimana merubah kata menjadi bunga
Apakah aku harus mengecup kesalahan biar aku mengerti akan kebenaran..
Atau haruskah aku merobek langit biar aku tahu ada apa dibalik langit
Apakah memang harus seperti itu?
Wahai burung kata kata
Bagaimana caranya biar aku bisa hidup dan bersikap merdeka?
Apakah aku harus merasakan pahitnya terjajah..
Kalau hanya seperti itu.. Bisa jadi aku bisa
Karena semakin hari aku semakin terjajah
Aku menikmati alam di sekitarku dan akupun terjajah
Lihat saja disana
Pohon lamtoro takluk oleh mahoni
Air kemasan setiap saat sibuk menjajah air kendi
Desa desa terpencil dirongrong habis habisan oleh sampah plastik
Sungguh, sebuah penjajahan yang manis
Sesederhana beras yang menggeser posisi sagu, kentang ataupun jagung
Wahai burung kata kata
Sebenarnyalah aku ingin mempuisikan semua itu
Tapi..
Bagaimana caranya?
Apakah hanya dengan berkata kata
Ah.. Tidak mungkin
Karena kau tidak begitu
Burung kata kata
Burung kata kata
Burung kata kata
Apa sebenarnya puisi itu?
Sumber jeruk, 07 Agustus 2009
Sampai dengan 18.30 WIB
Sehari setelah kepergian burung kata kata, WS. Rendra.
Oleh BroHakim
READ MORE!
18 Agustus 2009
Launching Antologi Puisi Terbuai...
Ini adalah blog pertama yang saya punya. Seperti yang pernah saya ceritakan pada artikel artikel awal. Kontennya tentang bagaimana saya terbuai dengan yang namanya dunia blogger. Saya bisa menjadi diri sendiri, sekaligus juga ada banyak jalan untuk menjadi orang palsu. Alhamdulillah saya tidak melirik argumen terakhir tersebut.
Menjadi diri sendiri, itu yang dunia blogger ajarkan pada saya. Di usia yang seperti saya sekarang, rasanya terlambat untuk membicarakan kembali tema tentang menjadi diri sendiri. Harusnya dulu, pada saat usia saya masih belasan dan masih dalam tahap penjajakan. Tapi itulah arus kehidupan. Tak akan pernah berhenti menggoda kita untuk terus berpikir. Bahkan pada hal hal yang sekecil dan sesepele apapun.
Di blog inilah awal saya merasakan nikmatnya menerima komentar pertama. Di blog ini juga saya pernah mencoba belajar mencari tahu tentang apa itu blog, apa itu bisnis online, apa itu konten yang menarik, dan lain lain.
Waktupun berlalu..
Blog ini ternyata juga mengajarkan pada saya tentang apa itu lumpuh. Komplit. Dulu awalnya, saya belajar merasakan ingin selalu mencoba ini dan itu. Ingin segera memposting kembali meskipun saya sudah memposting artikel, di hari yang sama. Pada akhirnya toh saya merasa mandeg. Bukan mandeg yang seperti itu. Tapi karena saya bingung akan menulis apa di blog ini. Itu adalah kesalahan pertama saya pada saat dulu membuat blog ini. Sama sekali tidak ada rencana, sesederhana apapun. Tujuan saya hanya ingin memiliki sebuah blog, dan keinginan itu bisa dikatakan tuntas pada hari pertama saya register.
Akan saya bawa kemana, itu letak kebingungan saya. Mengendap di otak, membola salju, dan pada akhirnya sukses mengantarkan saya pada sebuah titik dimana jemari saya berhenti merangkai huruf demi huruf..
Oleh karena itulah para netter, mulai saat ini blog terbuai.blogspot.com ini akan saya arahkan ke antologi puisi online. Tentu saja dengan tidak menghapus artikel artikel saya sebelumnya. Untuk tulisan tulisan saya yang lain, akan saya posting di www.tamasyakata.com
Seperti itulah para netter rencana saya yang datangnya seketika ini dan langsung saya ejawantahkan dalam kata demi kata. Kedepan konten saya di blog ini adalah puisi dan kemungkinan juga konten konten yang lain, tidak jauh jauh dari dunia puisi. Semoga puisi puisi itu bisa mengantarkan kita untuk menjadi diri sendiri. Amin..
Terimakasih..
READ MORE!
Menjadi diri sendiri, itu yang dunia blogger ajarkan pada saya. Di usia yang seperti saya sekarang, rasanya terlambat untuk membicarakan kembali tema tentang menjadi diri sendiri. Harusnya dulu, pada saat usia saya masih belasan dan masih dalam tahap penjajakan. Tapi itulah arus kehidupan. Tak akan pernah berhenti menggoda kita untuk terus berpikir. Bahkan pada hal hal yang sekecil dan sesepele apapun.
Di blog inilah awal saya merasakan nikmatnya menerima komentar pertama. Di blog ini juga saya pernah mencoba belajar mencari tahu tentang apa itu blog, apa itu bisnis online, apa itu konten yang menarik, dan lain lain.
Waktupun berlalu..
Blog ini ternyata juga mengajarkan pada saya tentang apa itu lumpuh. Komplit. Dulu awalnya, saya belajar merasakan ingin selalu mencoba ini dan itu. Ingin segera memposting kembali meskipun saya sudah memposting artikel, di hari yang sama. Pada akhirnya toh saya merasa mandeg. Bukan mandeg yang seperti itu. Tapi karena saya bingung akan menulis apa di blog ini. Itu adalah kesalahan pertama saya pada saat dulu membuat blog ini. Sama sekali tidak ada rencana, sesederhana apapun. Tujuan saya hanya ingin memiliki sebuah blog, dan keinginan itu bisa dikatakan tuntas pada hari pertama saya register.
Akan saya bawa kemana, itu letak kebingungan saya. Mengendap di otak, membola salju, dan pada akhirnya sukses mengantarkan saya pada sebuah titik dimana jemari saya berhenti merangkai huruf demi huruf..
Oleh karena itulah para netter, mulai saat ini blog terbuai.blogspot.com ini akan saya arahkan ke antologi puisi online. Tentu saja dengan tidak menghapus artikel artikel saya sebelumnya. Untuk tulisan tulisan saya yang lain, akan saya posting di www.tamasyakata.com
Seperti itulah para netter rencana saya yang datangnya seketika ini dan langsung saya ejawantahkan dalam kata demi kata. Kedepan konten saya di blog ini adalah puisi dan kemungkinan juga konten konten yang lain, tidak jauh jauh dari dunia puisi. Semoga puisi puisi itu bisa mengantarkan kita untuk menjadi diri sendiri. Amin..
Terimakasih..
READ MORE!
10 Juni 2009
Langgan:
Entri (Atom)

